HOME / 4 Strategi Bisnis Terbaik yang Terbukti Menguntungkan

4 Strategi Bisnis Terbaik yang Terbukti Menguntungkan

Apa sebenarnya arti dari strategi bisnis? Strategi bisnis secara umum mendefinisikan pendekatan, taktik, serta rencana strategis yang dapat Anda adopsi bagi bisnis Anda untuk menarik lebih banyak pelanggan dan menjaga loyalitas pelanggan yang sudah ada agar bisnis Anda dapat mencapai tujuannya.

Terminologi ini sebenarnya merupakan istilah yang sangat umum dan luas yang mencakup segala usaha untuk menghasilkan uang dan profit lainnya serta mencapai objektif organisasi. Mulai dari usaha untuk bermitra dengan perusahaan lain hingga menarik sumber daya terbaik untuk perkembangan bisnis, semuanya berada di bawah keseluruhan strategi bisnis Anda.

Mengidentifikasikan dan menentukan strategi bisnis yang efektif memang terlihat kompleks dan mengintimidasi, tetapi sebenarnya bukanlah hal yang serumit itu.

Sebelum membahas hal-hal penting dalam membangun strategis bisnis terbaik bagi bisnis Anda untuk menjadi lebih unggul dari kompetitor-kompetitor Anda, Anda harus terlebih dahulu memahami definisi dari istilah strategi bisnis.

Menurut seorang profesor bisnis ternama dari Harvard Business School, secara fundamental, menurutnya dua pedoman dari pengembangan strategi bisnis adalah lakukan hal yang pebisnis lain lakukan (dengan lebih hemat) atau lakukan hal yang pebisnis lain tidak bisa lakukan.

Kedua hal ini baginya sama-sama memiliki peluang untuk berhasil jika Anda menerapkannya, yang berbeda hanya secara ekonomis. Ia juga mengatakan, strategi adalah ketika sebuah perusahaan bisa meraih kesuksesan ketika memiliki posisi yang unik pada marketplace dan industrinya.

Sementara itu, seorang profesor bidang manajemen dari McGill University, Montreal, Kanada, menjabarkan strategi bisnis dalam 5P:

  • Rencana (plan) – Identifikasikan posisi bisnis Anda sekarang dan arah bisnis Anda. Kemanakah Anda ingin membawa bisnis Anda?
  • Cara (ploy) – Apakah bisnis Anda akan menjadi sebuah disrupsi, penantang, atau penghambat di industri Anda?
  • Pola(pattern) – Apa sajakah hal-hal yang pernah muncul di masa lalu pada industri yang Anda pilih yang membentuk sebuah pola?
  • Posisi(position) – Dimanakah posisi bisnis Anda dalam konteks hubungannya dengan lingkungan bisnis?
  • Perspektif(perspective) – Adakah cara seseorang atau sebuah perusahaan berpikir yang bisa membentuk inspirasi bagi Anda?

Apa manfaat dari memiliki strategi bisnis? Apakah strategi bisnis dapat memastikan kesuksesan bisnis Anda? Strategi bisnis sangat bermanfaat tentunya, karena dengan membangun dan mengimplementasikan sekumpulan strategi sebagai pedoman dan rencana Anda, Anda bisa lebih dapat mengukur dan setidaknya memiliki visi terhadap tujuan Anda.

Seorang profesor bisnis dari Dublin City University Business School menyebutkan setidaknya ada empat tantangan yang harus diperhatikan dalam mengembangkan strategi bisnis yang efektif, yaitu:

  • Orientasi (orientation)– Poin ini berkaitan dengan tujuan / objektif dan visi Anda. Dengan adanya bisnis Anda, masalah apa yang dapat terpecahkan? Apa objektif awal dari bisnis Anda yang pertama kali menggerakkan Anda? Kemana Anda ingin membawa bisnis Anda kedepannya?
  • Relevansi (relevance)– Value atau nilai apa yang Anda tawarkan dengan bisnis Anda? Apa yang membedakan bisnis Anda dengan kompetitor? Aspek apa saja yang membuat pelanggan tertarik pada bisnis Anda?
  • Pertukaran kondisi (tradeoff) – Apa kompetensi utama dan keunggulan Anda?
  • Tantangan pada pelaksanaan (execution challenge)– Bagaimana Anda menyampaikan objektif Anda ke suatu hal yang bisa ditindaklanjuti? Bagaimana Anda bisa tahu jika semuanya dapat berlangsung dengan baik?

Melihat dari empat pertanyaan mengenai tantangan tersebut, Anda bisa melihat bahwa sesungguhnya esensi dari strategi bisnis adalah mengenai bagaimana Anda dapat bergerak dari posisi/kondisi sekarang ini, ke tempat yang ingin Anda tuju (visi/tujuan) dengan memegang nilai-nilai atau pedoman serta objektif yang Anda yakini untuk Anda capai kedepannya.

Strategi Bisnis Terbaik yang Terbukti Menguntungkan

Setelah memahami dengan lebih dalam apa sebenarnya definisi tepat dan makna dari strategi bisnis dengan penjelasan-penjelasan di atas, Anda sekarang tentunya bisa lebih siap mempelajari strategi-strategi bisnis yang efektif untuk Anda kembangkan dan implementasikan pada bisnis Anda! Kita akan melihat beberapa strategi bisnis umum yang kerap sukses.

1. Tikung pasar pemula dengan strategi akuisisi

Salah satu strategi bisnis yang sangat umum adalah untuk perusahaan yang besar untuk mendapatkan posisi kuat di pasar yang sedang berkembang. UMKM yang memiliki modal yang cukup besar dapat menggunakan strategi bisnis akuisisi ini. Perusahaan tersebut biasanya kemudian melakukan akuisisi perusahaan yang sedang berada pada pasar tersebut untuk mendapatkan posisi pada pasar tersebut.

Strategi bisnis akuisisi adalah usaha untuk membeli perusahaan/brand produksi tambahan dari produk yang telah ada. Keuntungan dari strategi ini adalah dengan modal yang besar, sebuah perusahaan dapat lebih leluasa dalam menilai potensi bisnis perusahaan yang akan diakuisisi yang sesuai dengan visi perusahaan yang melakukan akuisisi.

Strategi akuisi juga bisa Anda gunakan, contohnya, ketika Anda merupakan produk/brand yang telah memulai bisnis secara offline dan belum terlalu menguasai pasar online.

Contoh: Akuisisi Instagram-Facebook

Pada April 2012, Facebook mengakuisisi perusahaan startup berbagi foto, Instagram. Perlu diingat bahwa hingga saat itu, Instagram hanya memiliki sekitar 30 juta pengguna dan belum memiliki kehadiran yang mapan di OS Android. Bagi sebagian besar orang, kejadian ini terlihat seperti keputusan yang agak gegabah dari Facebook.

Pada tahun 2014, basis pengguna Instagram telah melampaui 150 juta dan kemudian menjadi sebuah aplikasi berbagi foto yang dominan di semua platform seluler.

Strategi Facebook:

Facebook tentunya telah memikirkan tujuan dari langkah bold yang dilakukannya. Strategi Facebook dalam mengakuisisi Instagram bisa dibilang untuk a) menyudutkan pasar berbagi gambar melalui smartphone yang baru, dan b) melindungi taruhannya untuk pertumbuhan di masa depan.

Tag harga $1B yang dikeluarkan Facebook mungkin terlihat sangat tinggi dan terlalu beresiko pada tahun 2012 tersebut, tetapi terlihat hampir murah hari ini, terutama melihat keuntungannya saat ini.

Baca Juga:  7 Tips Melakukan Stock Opname yang Efektif

Instagram memungkinkan Facebook untuk bersaing di pasar di mana ia tidak memiliki kehadiran yang sangat kuat, dan membantu mempertahankan pengguna lain, kaum-kaum yang lebih muda. Selanjutnya, dengan membeli Instagram, Facebook memastikan bahwa ia memiliki keunggulan kompetitif atas Google, Microsoft, dan pesaing lainnya.

2. Diferensiasi produk

Selanjutnya, strategi diferensiasi produk juga merupakan salah satu strategi bisnis yang paling efektif, khususnya untuk UMKM. Dengan menggunakan strategi bisnis ini, Anda berarti menggali secara strategis faktor-faktor pembeda produk/layanan bisnis Anda dari kompetitor.

Menonjol dari para pesaing adalah salah satu persyaratan utama untuk kesuksesan bisnis. Jika para konsumen tidak dapat membedakan nilai plus dari bisnis Anda jika dibandingkan dengan kompetitor, Anda akan mengalami kesulitan dalam melakukan penjualan.

Nilai pembeda untuk strategi bisnis ini tidak harus selalu berarti mengeluarkan biaya lebih untuk mengkapitalisasikannya. Diferensiasi produk bisa dicapai dengan apa saja termasuk dari bagaimana Anda merencanakan business model Anda, membuat produk Anda, atau menerapkan pendekatan lain pada layanan Anda.

Semua hal tersebut tidak harus mengeluarkan biaya tambahan jika riset mendalam dilakukan secara cermat dan strategis. Misalnya, Anda dapat melakukan ini dengan menyorot teknologi unggulan dari produk, fitur, gaya, atau harga yang Anda tawarkan. Anda dapat melihat strategi ini digunakan oleh hampir setiap bisnis, khususnya pemain-pemain di bidang bisnis B2C (business to customers).

Contoh yang bagus dari penggunaan strategi bisnis diferensiasi produk ini dapat dilihat dalam pendekatan Apple terhadap produknya.

Contoh: Apple iPad Air dibandingkan pesaingnya

Apple iPad Air yang memasuki pasar pada tahun 2014 menawarkan harga yang hampir dua kali lipat dari pesaing-pesaingnya. Namun, Apple tetap mampu menetapkan harga tersebut karena berhasil membedakan produknya dari pesaing. Pemasaran Apple iPad, misalnya, menyoroti fitur-fitur berikut:

  • Lightness: iPad Air lebih ringan dan lebih tipis dari produk pesaing.
  • Kualitas Tampilan: Layar Retina secara visual lebih unggul dibandingkan tablet pesaing.
  • Perangkat Lunak: Apple menyoroti baik basis iOS dan perangkat lunak Apple sebagai tawaran yang lebih baik dari penawaran pesaing.
  • Teknik: Apple jarang gagal menyoroti kualitas teknik dan material superiornya dibandingkan pesaing.
  • Kemudahan Penggunaan: Karena Apple membuat perangkat keras dan perangkat lunak, Apple sering menekankan kemudahan penggunaan produknya.

Apple hampir tidak pernah memainkan harga produknya. Hal yang sama berlaku untuk iPad Air, yang harganya bukan ditujukan untuk penjualan besar dalam bentuk volume, tetapi untuk menjadi produk yang aspiratif. Ini menjaga reputasi Apple sebagai brand yang superior dan aspirasional.

3. Strategi penetapan harga

Untuk strategi penetapan harga, dalam menentukan harga bagi produk atau layanan Anda, bisnis pada dasarnya memiliki dua pilihan, yaitu:

a) Menjaga harga tetap rendah untuk menarik lebih banyak pelanggan. Namun, karena jumlah laba yang rendah, bisnis Anda harus dapat menjual banyak produk untuk menghasilkan uang.

b) Penetapan harga produk yang lebih dari jangkauan konsumen biasa atau level menengah, untuk memberikan produk Anda nilai-nilai aspirasional.

Mari kita lihat beberapa contoh dari dua pendekatan tersebut:

Contoh: Harga IKEA yang rendah

Brand furnitur asal Swedia, IKEA, mengikuti pendekatan penawaran harga yang rendah. IKEA berhasil mempertahankan margin keuntungannya yang termasuk rendah dibandingkan pesaingnya pada industri furnitur, dan menjual produk-produknya dalam volume besar sebagai gantinya. Dengan harga produknya yang berada jauh di bawah pesaing, IKEA berhasil menjual lebih banyak produknya.

Selain itu, dengan menjual bagian furnitur yang dirakit sendiri dalam volume besar, IKEA mampu menetapkan harga produknya dengan sangat agresif.

Contoh: Ferrari menetapkan harga tinggi untuk eksklusivitas

Pembuat mobil asal Italia, Ferrari, berhasil menarik pendapatan sebesar kurang lebih $3,3 miliar pada tahun 2012 dengan laba bersih sebesar $334 juta. Total jual Ferrari sepanjang tahunnya adalah sebanyak 7.318 mobil yang berarti, laba per unitnya sebesar $45.640.

Sebaliknya, perusahaan motor Hyundai menjual 2,9 juta mobil pada tahun 2011 dan mendapatkan laba sebesar $9 miliar. Hyundai mendapatkan keuntungan sejumlah $3.058 per mobil.

Contoh diatas menggambarkan strategi harga Ferrari, karena dengan menetapkan harga produknya yang berada di atas rata-rata jangkauan konsumen biasa, Ferrari mampu mempertahankan eksklusivitas (dan juga kualitas mobil yang luar biasa). Strategi tersebut memungkinkan Ferrari untuk mempertahankan margin laba yang sangat besar untuk setiap mobil yang dijualnya.

4. Strategi Konten

Pada era digital ini, strategi konten untuk pemasaran merupakan strategi bisnis efektif yang wajib dikembangkan secara matang dan diimplementasikan dengan benar untuk bisnis Anda.

Jika saat ini Anda telah menentukan business model, tujuan jangka panjang, serta nilai-nilai untuk bisnis Anda dan Anda telah mengetahui arah dan tujuan bisnis Anda, Anda akan memerlukan sarana untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut, mengkomunikasikan nilai-nilai perusahaan pada masyarakat, serta mengedukasi konsumen tentang fitur-fitur atau nilai-nilai yang bisnis Anda miliki.

Konten merupakan sarana tersebut. Mengapa? Karena kontenlah yang dapat menggerakkan hati pelanggan dan menyampaikan nilai-nilai dari bisnis Anda.

Ketika Anda telah merancang strategi bisnis yang jelas melalui konten, maka konten Anda akan bekerja dengan efisien untuk Anda. Ini karena konten yang Anda kembangkan seharusnya lebih spesifik dan targeted sehingga dapat membawa pelanggan Anda dalam sebuah perjalanan bersama brand Anda hingga mereka akhirnya menjadi pelanggan.

Lalu, bagaimana mengkomunikasikan nilai-nilai bisnis dan fitur-fitur bisnis Anda? Lakukanlah audit terhadap konten dan business model yang telah Anda buat selama ini, dan mulai membangun konten yang tepat sesuai panduan tersebut.

Konten Anda harus responsif juga terhadap respon dan setiap interaksi dari pelanggan Anda. Karena, pada akhirnya, hubungan dengan konsumen merupakan salah satu investasi yang paling berharga.

Share this article:

Related article

4 Peluang Usaha Kuliner di Jogja Sangat Menjanjikan!

Semua orang di Indonesia tentunya mengenal Yogyakarta atau yang sering disebut Jogja....

5 Peluang Bisnis Kuliner di Palembang yang Bisa Dicoba

Palembang yang terkenal sebagai destinasi wisata yang menghadirkan keelokan ragam...