HOME / Pahami Arti Profit & 8 Cara Meningkatkannya

Pahami Arti Profit & 8 Cara Meningkatkannya

Banyak entrepreneur atau para pemilik usaha yang memiliki pikiran bahwa, untuk dapat meningkatkan profit atau keuntungan, diperlukan adanya peningkatan yang substansial pada penjualan.

Walaupun dengan meningkatkan jumlah penjualan, memang memungkinkan Anda untuk menghasilkan lebih banyak uang, tetapi sering kali hal ini sulit untuk dicapai, terutama dalam jangka pendek.

Pengertian profit

Profit adalah jumlah uang yang anda hasilkan dari penjualan dalam periode tertentu yang sudah dikurangi dengan HPP dan biaya.

Mengapa? Jika Anda berfokus pada bagaimana cara meningkatkan penjualan ke pelanggan baru namun nominal transaksi rata-rata per pelanggan serta rasio konversinya sangat rendah.

Anda berarti harus bisa menjual produk atau servis Anda dalam jumlah yang sangat besar dan Anda juga membutuhkan jumlah pelanggan yang sangat banyak untuk dapat meningkatkan laba secara signifikan dengan cara ini.

Lalu, bagaimana cara meningkatkan tingkat profitabilitas perusahaan Anda dengan lebih mudah? Anda dapat melakukannya dengan cara meningkatkan margin keuntungan Anda.

Tingkatkan profit dari usaha Anda dengan jumlah pelanggan yang sama, tingkat penjualan fisik yang sama, sistem yang sama, jumlah staf yang sama, dengan fasilitas dan kapasitas yang sudah Anda miliki, tanpa adanya biaya tambahan. Menggiurkan, bukan?

Bacalah dan praktikan beberapa strategi sederhana berikut ini untuk meningkatkan profit dan margin keuntungan Anda!

1. Cari tahu margin laba kotor Anda dan analisa

Pastikan Anda mengetahui margin laba kotor Anda yang terkini dan menyeluruh. Dapatkan angkanya dari akuntan Anda. Bagaimana perbandingan margin laba Anda jika dibandingkan dengan rata-rata pada industri?

Selain itu, lakukanlah juga analisis terhadap margin tersebut. Margin laba kotor Anda secara keseluruhan bisa menipu. Cari tahu margin laba kotor dari setiap produk dan layanan Anda, dan analisis margin kotor Anda untuk setiap divisi, kategori produk, pemasok (supplier) atau kategori pelanggan dari usaha Anda.

Dengan cara ini, Anda dapat mengidentifikasikan produk-produk Anda yang memiliki margin rendah atau bahkan merugikan serta aktivitas atau produk mana yang menguntungkan bagi Anda.

Baca Juga:  Apa itu Kartu GPN? dan 5 Manfaatnya bagi Usaha

Langkah selanjutnya, Anda tinggal mengatur rencana penjualan berdasarkan analisis tersebut. Kurangi produksi produk dengan margin laba yang rendah atau bahkan berhentikan dan lebih berfokus untuk menjual produk atau layanan yang menguntungkan.

2. Tingkatkan harga Anda

Sebenarnya, pemilik usaha sering lebih khawatir mengenai harga atau kenaikan harga daripada pelanggan Anda. Memang benar juga bahwa ada kemungkinan Anda akan kehilangan sejumlah pelanggan dengan menaikkan harga produk Anda, tetapi seperti yang telah dibahas pada awal artikel ini, terkadang, memiliki jumlah pelanggan yang banyak dengan jumlah penjualan yang banyak tidak menjadi kunci kesuksesan.

Walaupun banyak pelanggan membeli produk atau layanan Anda, tetapi harga rata-rata per produk Anda sangat kecil, pada akhirnya, Anda tetap tidak bisa memperoleh keuntungan secara signifikan.

Jangan takut untuk meningkatkan harga produk atau layanan Anda! Strategi ini merupakan jawaban termudah terutama untuk banyak perusahaan kecil. Sebagian besar para pemilik usaha menetapkan harga ketika usaha pertama kali diluncurkan, dan menetapkan tingkat harga yang rendah.

Seiring berjalannya waktu, usaha tersebut kemungkinan hanya membuat kenaikan nominal harga setiap beberapa tahun sekali, tetapi jarang sekali pemiliknya pernah secara fundamental memikirkan ulang penetapan model pricing produknya. Jika sudah lebih dari setahun, Anda perlu memikirkan ulang penetapan harga yang Anda tawarkan.

Tinjaulah semua harga produk Anda! Apakah Anda menagih semua pelanggan dengan harga yang sama? Jika ya, mengapa? Apakah segmentasi pelanggan Anda sudah Anda kategorikan juga berdasarkan kesensitifannya terhadap harga? Karena pasti ada dari segmen konsumen Anda yang lebih price sensitive dari yang lainnya.

Anda juga perlu mempertimbangkan peningkatan harga untuk menyesuaikan dengan kenaikan harga dari supplier jika ada dan untuk terus mengikuti persaingan.

1 2

Share this article:

Related article

5 Peluang Bisnis Kuliner di Palembang yang Bisa Dicoba

Palembang yang terkenal sebagai destinasi wisata yang menghadirkan keelokan ragam...

Tumbuh Pesat, Ini 6 Inspirasi Usaha Kuliner di Makassar

Daya tarik kota Makassar seolah tidak ada matinya. Selain menawarkan keindahan alam...