HOME / Kenali 4 Perilaku Konsumen di Era Digital

Kenali 4 Perilaku Konsumen di Era Digital

Perkembangan era digital yang begitu pesat berdampak pada hampir sebagian besar kehidupan. Termasuk pada perubahan perilaku konsumen dalam berbelanja. 

Hal ini tentu harus disadari oleh para marketer, sehingga strategi yang ditetapkan dalam mengembangkan usaha bisa kompatibel dengan keinginan dan kebutuhan pelanggan tersebut. 

4 Perilaku Konsumen di Era Digital

Mengenali dan memahami perilaku konsumen di era digital memang menjadi tantangan tersendiri bagi para pengusaha. Jika tidak dicari tahu sejak dini, salah-salah justru usaha Anda akan kehilangan pelanggannya. 

Terlebih jika pihak kompetitor sudah lebih dulu menerapkan strategi pemasaran yang tepat sasaran. Lantas, apa yang bisa dilakukan untuk mengenali perilaku konsumen Anda dalam berbelanja di era digital?

1. Membandingkan kualitas produk dari review di internet

Sebagian besar konsumen Indonesia akan lebih dulu mencari tahu kualitas dari produk yang dibutuhkan dari review yang ada di internet. Biasanya mereka akan memanfaatkan halaman pencarian Google, media sosial, atau kolom testimonial yang terdapat pada toko online Anda. 

Oleh karena itu, untuk bisa lebih unggul dibandingkan dengan kompetitor, pastikan Anda selalu memberikan kualitas produk dan layanan yang terbaik kepada pelanggan.

Hal ini penting untuk diperhatikan sebab seluruh informasi bisa dengan mudah didapatkan oleh pelanggan Anda dari seluruh penjuru dunia. 

Dengan demikian, kepuasan pelanggan secara keseluruhan adalah tujuan utama yang wajib dicapai oleh seluruh brand, terlepas dari apapun bidang industri yang digeluti.

2. Utamakan kemudahan pemesanan dan pembayaran

Di era digital seperti saat ini, harga murah tidak lagi menjadi satu-satunya daya tarik pelanggan. Sebagian besar justru lebih memilih harga produk yang lebih mahal, namun tentunya dengan kualitas dan layanan yang jauh lebih baik. 

Terutama dalam hal kemudahan pemesanan dan metode pembayaran yang disediakan oleh sebuah brand. Apalagi di Indonesia tren pembayaran cashless atau non-tunai tengah naik daun. Secara otomatis ‘memaksa’ setiap pengusaha untuk menyediakan tipe pembayaran ini melalui aplikasi kasir online.

Fitur-fitur canggih yang ada pada sistem kasir online akan mempersingkat waktu pemesanan, menyediakan metode pembayaran yang mudah, serta memungkinkan cetak resi instan. 

Hanya dengan menggunakan sistem point of sale (POS) yang tersedia pada SPOTS untuk usaha, Anda dapat meningkatkan omzet penjualan berkali-kali lipat. Di sisi lain, fitur laporan penjualan SPOTS juga secara otomatis dikirimkan melalui email terdaftar di setiap hari berikutnya pada pukul 01.00 dini hari. Perangkat tersebut juga dapat menyimpan laporan tersebut hingga tujuh hari ke belakang.

Baca Juga:  5 Keuntungan Promo Cashback untuk Penjualan

3. Menyukai personalisasi

Tentu saja, masing-masing pelanggan memiliki kebutuhan dan keinginan yang berbeda terhadap produk dan layanan yang Anda berikan. Kondisi inilah yang membuat produk atau layanan yang telah dipersonalisasi, lebih disukai dan populer di kalangan pelanggan. 

Melalui produk atau layanan yang telah ‘disesuaikan’ dengan kebutuhan pelanggan, Anda bisa memberikan kepuasan tersendiri sehingga berdampak pada loyalitas pelanggan tersebut.

Misalnya, ketika brand usaha Anda menyediakan menu ayam panggang dengan berbagai macam level kepedasan atau jumlah potongan, tentu mereka bisa mendapatkan yang terbaik sesuai kebutuhan konsumsi ayam panggang itu sendiri. 

Dengan demikian, ketika pelanggan membutuhkan ayam panggang, maka brand Anda yang akan diingat karena menjadi satu-satunya yang menyediakan personalisasi produk untuk mereka.

4. Tidak ingin tertinggal hype(tren)

Satu lagi perilaku konsumen dalam berbelanja di era digital, yaitu mereka tidak ingin tertinggal hype atau segala sesuatu yang sedang menjadi trending topic. 

Peluang ini bisa Anda manfaatkan sebagai momen yang tepat untuk menciptakan inovasi produk sesuai dengan apa yang tengah menjadi perbincangan masyarakat luas di media sosial. Terlebih jika target pasar yang dituju adalah generasi milenial yang cenderung selalu ingin terlihat up-to-date.

Apabila tidak punya cukup waktu untuk menciptakan inovasi produk, Anda bisa berkreasi melalui packaging yang digunakan. Sebagai contoh, Anda bisa menambahkan stiker Avengers pada kemasan produk selama film tersebut menjadi perbincangan dunia. 

Buat packaging produk terlihat Instagramable dan biarkan para pelanggan memotretnya dan mengupload ke media sosial. Dalam waktu yang cukup singkat, produk usaha Anda akan diburu oleh pelanggan yang tidak ingin tertinggal hype.

Dengan mengenal perilaku konsumen dalam berbelanja di era digital, sebagai pengusaha Anda pun bisa menentukan strategi pemasaran secara tepat. Pasalnya, berdasarkan perilaku konsumen itulah keputusan pembelian akan ditetapkan. 

Jadi, pastikan Anda selalu meluangkan waktu untuk melakukan riset terkait pola pembelian yang biasa dilakukan oleh masing-masing konsumen. 

Jangan ragu untuk mengevaluasi secara rutin, sebab perilaku konsumen bisa berubah dengan cepat seiring dengan perkembangan teknologi digital.

Bagaimana dengan perilaku konsumen usaha Anda? Sudahkah Anda mengenalinya dengan baik? Semoga artikel ini bisa menginspirasi dan membantu Anda dalam mengembangkan usaha secara maksimal.

Share this article:

Related article

5 Peluang Bisnis Kuliner di Palembang yang Bisa Dicoba

Palembang yang terkenal sebagai destinasi wisata yang menghadirkan keelokan ragam...

Tumbuh Pesat, Ini 6 Inspirasi Usaha Kuliner di Makassar

Daya tarik kota Makassar seolah tidak ada matinya. Selain menawarkan keindahan alam...