HOME / 4 Peluang Usaha Kuliner di Jogja Sangat Menjanjikan!

4 Peluang Usaha Kuliner di Jogja Sangat Menjanjikan!

Semua orang di Indonesia tentunya mengenal Yogyakarta atau yang sering disebut Jogja. Kota yang juga dikenal dengan kota istimewa ini memiliki banyak potensi. Mulai dari potensi wisata, kota Jogja adalah kota yang sangat romantis. 

Jogja dikenal dengan kekayaan budaya Jawa yang sangat kental dipadu dengan wisata alamnya membuat daya tarik banyak wisatawan. Luar biasanya lagi, Jogja tidak hanya ramai saat liburan saja. 

Melainkan juga memiliki kuliner yang menggugah selera. Inilah mengapa usaha kuliner menjadi salah satu usaha yang sangat menguntungkan di daerah pariwisata seperti kota Jogja.

Peluang usaha kuliner di Jogja ini pun menjadi lebih besar lagi jika melihat banyaknya mahasiswa dari berbagai daerah yang menuntut ilmu di kota ini.  Dengan dua alasan utama di atas, kota Jogja hampir separuhnya diisi oleh para pendatang. 

Mengingat Jogja adalah daerah istimewa yang didalamnya terdapat Keraton Kesultanan Hamengkubuwono, tentunya Jogja memiliki kultur kuliner yang begitu beragam, mulai dari warung gudeg, burjo, angkringan, sampai coffee shop kekinian.

1. Warung Gudeg Jogja 

Gudeg adalah makanan khas Jogja yang paling terkenal. Kuliner satu ini menjadi kuliner wajib jika Anda berkunjung ke Jogja. Bisa disebut belum ke Jogja jika belum memakan gudeg. 

Gudeg memang menjadi sangat populer karena rasanya yang lezat, manis dan gurih bisa didapatkan dalam masakan ini. Membuat gudeg bisa dibilang gampang-gampang sulit. 

Gudeg merupakan olahan makanan yang dibuat dengan bahan baku utama berupa nangka muda yang dimasak bersama santan. 

Pada umumnya, pengusaha makanan kuliner gudeg biasanya menyajikan dagangannya pada malam hari. Dimulai dari jam 9 malam saat toko-toko mulai tutup.

Maka gudeg biasanya dijual di depan pertokoan yang ramai lokasinya, seperti di jalan-jalan protokol atau jalan utama seperti Malioboro. Perlu diketahui bahwa terdapat tiga jenis gudeg yakni gudeg basah, gudeg kering, dan gudeg manggar. 

Gudeg basah disajikan menggunakan kuah santan yang bertekstur nyemek atau basah yang memiliki cita rasa gurih. Sajian gudeg yang dijual pada malam hari adalah jenis olahan gudeg basah.

Karena gudeg basah mengandung kuah santan maka gudeg jenis ini tidak bisa disimpan dalam jangka waktu lama sehingga harga jual gudeg basah lebih murah. 

Yang kedua adalah gudeg kering, gudeg ini dimasak lebih lama sehingga kuahnya menjadi mengering. Gudeg kering memiliki warna yang lebih kecoklatan dengan rasa yang dominan manis. 

Sementara yang ketiga adalah gudeg manggar. Gudeg manggar dibuat menggunakan bunga kelapa. Gudeg manggar merupakan jenis gudeg yang langka, sehingga Anda akan sangat sulit untuk menjumpainya. 

Untuk memulai usaha ini Anda perlu melihat contoh langsung warung gudeg yang paling terkenal di Jogja yakni gudeg pawon. Gudeg pawon berjualan mulai dini hari dan akan ludes dalam waktu singkat.

Baca Juga:  7 Tips Melakukan Stock Opname yang Efektif

Anda akan mendapati pelanggan yang perlu mengantre panjang berjam-jam untuk menikmati masakan ini. Menariknya, gudeg pawon dimasak menggunakan daun jati.

2. Burjo

Burjo adalah singkatan dari bubur kacang ijo. Sesuai dengan namanya, sajian utama dari burjo adalah bubur kacang ijo. Namun selain itu, burjo menjual berbagai olahan mie instan.

Mie instan diolah menjadi bermacam sajian yang sangat variatif yang tentunya terjangkau bagi kantong mahasiswa. Burjo seringkali menjadi tempat favorit mahasiswa saat akhir bulan. Menariknya, yang berjualan burjo di seluruh Jogja adalah orang sunda. 

Entah asal usul burjo ini seperti apa, sehingga yang berjualan orang sunda. Menu masakan yang paling populer di burjo adalah Magelangan. Magelangan adalah nasi goreng ala burjo yang dicampur dengan mie instan, seringkali ditambahi sayur sawi dan telor ceplok sebagai pelengkap. 

Tentunya mahasiswa yang menuntut ilmu di Jogja pernah merasakan nikmatnya masakan burjo. Maka peluang membuat usaha kuliner burjo di Jogja sangatlah menjanjikan mengingat potensinya yang begitu besar.

3. Angkringan

Angkringan adalah warung kopi yang juga berjualan gorengan, sate-sate, dan nasi kucing. Angkringan masih menggunakan arang untuk merebus air dan membakar aneka ragam sate, sehingga semua menu di angkringan ini dapat dijual dengan harga yang murah. 

Pelanggan angkringan duduk lesehan beralaskan terpal, menikmati angin malam Jogja yang sepoi-sepoi. Jika Anda ingin membuka usaha kuliner Angkringan, maka Anda perlu mengunjungi Kopi Jos. 

Angkringan yang satu ini menjual kopi yang ditambahi dengan arang panas didalam cangkrinya, sehingga menghasilkan bunyi “jos” saat arang dimasukkan kedalam cangkir kopi.

Sensasi minum kopi arang panas ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Jogja. Maka membuat angkringan dengan suatu ciri khas seperti Kopi Jos adalah kunci untuk memulai usaha ini. 

4. Coffee Shop Kekinian

Selain makanan pokok seperti di burjo, mahasiswa juga memerlukan camilan dan tempat yang  fancy untuk melakukan kegiatan seperti: menyelesaikan tugas, rapat atau sekadar nongkrong  dan berfoto ria bersama teman-teman. Maka usaha kuliner coffee shop biasanya akan membuat dekorasi secantik mungkin sehingga bisa menjadi spot foto yang Instagramable.

Berdasarkan uraian panjang di atas, dapat disimpulkan bahwa market usaha kuliner di Jogja sangat menjanjikan. Pelaku usaha yang berasal dari berbagai kalangan ini juga memungkinkan Anda dengan usia berapa pun berpeluang membuka usaha kuliner di kota istimewa ini asal dapat memahami kunci atau daya tarik khas yang menjadikan usaha Anda berbeda dengan yang lainnya. Semoga berhasil!

Sumber gambar: inibaru.id

Share this article:

Related article

5 Peluang Bisnis Kuliner di Palembang yang Bisa Dicoba

Palembang yang terkenal sebagai destinasi wisata yang menghadirkan keelokan ragam...

Tumbuh Pesat, Ini 6 Inspirasi Usaha Kuliner di Makassar

Daya tarik kota Makassar seolah tidak ada matinya. Selain menawarkan keindahan alam...