HOME / Apa Itu UMKM? dan 10 Contoh Peluang Usahanya

Apa Itu UMKM? dan 10 Contoh Peluang Usahanya

Sadarkah Anda bahwa hidup di Indonesia tidak bisa lepas dari yang namanya bisnis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)? Saat pagi, misalnya, Anda membeli bubur ayam di dekat rumah untuk menu sarapan. 

Sebelum berangkat kerja, Anda menitipkan anak ke playground terdekat. Lalu, saat malam hari Anda mendadak kehabisan minyak goreng untuk memasak, sehingga Anda pun membelinya di suatu warung sembako dekat rumah.

Nah, tukang bubur, playground, dan warung sembako tersebut bisa dikatakan sebagai UMKM. Memang mungkin skalanya belum terlalu besar, tetapi dampaknya terhadap perekonomian negara cukup membanggakan. 

Dilansir dari situs CNN Indonesia, Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) menyebutkan bahwa UMKM adalah sektor yang memiliki potensi besar.

Kalau menurut data Kementerian Koperasi dan UMKM, sekitar 98,7% usaha di Indonesia merupakan usaha mikro. Tidak mengherankan apabila UMKM berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia hingga mencapai 36,82%.

Walaupun begitu, sampai sekarang masih banyak yang belum mengetahui dengan jelas tentang UMKM dan apa saja kriteria usaha yang bisa dikatakan UMKM. Cek dulu penjelasan singkatnya berikut ini.

Mengenal lebih jauh tentang UMKM

Pengertian tentang UMKM sebenarnya sudah dijelaskan secara jelas dalam UU No. 20/2008. Pada undang-undang tersebut, disebutkan bahwa UMKM adalah perusahaan kecil yang dimiliki dan dikelola oleh seseorang atau dimiliki oleh sekelompok kecil orang dengan jumlah kekayaan dan pendapatan tertentu.

UU tersebut juga menjelaskan tentang kriteria UMKM dan usaha besar, yang dibagi berdasarkan aset dan omzet.

Ukuran Usaha

Kriteria


Aset
(tidak termasuk tanah & bangunan tempat usaha)

Omzet
(dalam 1 tahun)

Usaha Mikro

Maksimal Rp50 juta


Maksimal Rp300 juta

Usaha Kecil

Lebih dari Rp50 juta – Rp500 juta


Lebih dari Rp300 juta – Rp2,5 miliar

Usaha Menengah

Lebih dari Rp500 juta – Rp10 miliar


Lebih dari Rp2,5 miliar – Rp50 miliar

Usaha Besar

Lebih dari Rp10 miliar


Lebih dari Rp50 miliar

Perkembangan UMKM di Indonesia

Dari tahun ke tahun, sektor UMKM di Indonesia terus mengalami perkembangan. Kembali ke sepuluh tahun lalu, yakni pada 2009, jumlah UMKM adalah 52.764.750 unit dengan pangsa 99,99%. Memasuki tahun 2014-2016, jumlah tersebut meningkat menjadi lebih dari 57,9 juta unit.

Lalu, pada tahun 2017, UMKM di Indonesia diperkirakan sudah mencapai lebih dari 59 juta unit. Tidak mengherankan apabila UMKM menjadi salah satu bagian paling signifikan dalam tulang punggung perekonomian Indonesia dan ASEAN. 

Bahkan sebanyak kurang lebih 88,8-99,9% bentuk usaha di ASEAN adalah UMKM, dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 51,7-97,2%.

Positifnya perkembangan sektor UMKM di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari dukungan perbankan terkait penyaluran kredit kepada para pelaku UMKM. 

Data dari Bank Indonesia menunjukkan bahwa setiap tahunnya, kredit untuk UMKM mengalami pertumbuhan. Padahal apabila flashback ke tahun 2015 dulu, jumlah UMKM yang belum punya akses pembiayaan melalui perbankan cukup tinggi, yaitu sekitar 60-70%.

Demi memperbaiki nilai tersebut, Bank Indonesia akhirnya merilis kebijakan yang mewajibkan perbankan untuk mengalokasikan pembiayaan atau kredit kepada UMKM sebesar 5% sejak tahun 2015, 10% pada 2016, 15% pada 2017, dan 20% pada 2018.

Contoh Usaha UMKM

Dengan perkembangan yang cukup pesat, wajar jika ada semakin banyak orang ingin menekuni UMKM. Kabar baiknya, UMKM adalah sektor usaha yang cukup luas. 

Ada begitu banyak jenis bidang yang bisa digeluti. Berikut adalah beberapa contoh usaha mikro, kecil dan menengah yang cukup populer dan potensial.

1. Bisnis Kuliner

Tidak berlebihan rasanya untuk menyebut bahwa bisnis kuliner tidak akan pernah mati. Setiap hari, semua orang membutuhkan makanan dan minuman. 

Bahkan usaha kuliner ternyata menyumbang 41,40% PDB ekonomi kreatif Indonesia senilai Rp383 triliun. Jadi, selama produk kuliner Anda memiliki rasa yang enak, bisa dipastikan akan laris.

Apalagi sekarang sudah ada layanan antar makanan berbasis online seperti GoFood yang memudahkan pelanggan untuk membeli dan mencicipi produk kuliner Anda. 

Artinya, peluang untuk menghasilkan penjualan pun semakin besar. Dengan kata lain, jika Anda memiliki UMKM di bidang kuliner, mendaftarkannya di GoFood adalah sebuah keharusan. 

Hingga saat ini, GoFood sudah bekerja sama dengan lebih dari seratus ribu partner, yang 80% di antaranya merupakan UMKM.

2. Bisnis Furnitur

Dibandingkan dengan kuliner, sektor di bidang UMKM adalah salah satu yang kurang populer. Namun, sumbangsihnya terhadap perekonomian nasional tetap wajib diapresiasi, terutama di ranah online.

Per 2017 lalu, UMKM di bidang furnitur menyumbang sekitar 16,9% omzet e-commerce Indonesia. Artinya, UMKM furnitur memiliki tempat tersendiri di industri digital.

Furnitur memang pada dasarnya merupakan bisnis offline karena bagaimanapun juga produk-produknya dikerjakan secara konvensional. Namun, Anda tetap bisa go digital dengan memasarkan UMKM furnitur di ranah online.

Manfaatkan media sosial dan buatlah website untuk mempromosikan produk furnitur Anda. Bahkan Anda juga bisa bekerja sama dengan marketplace khusus furnitur untuk memperluas jangkauan.

Baca Juga:  5 Jenis Laporan Keuangan untuk Usaha Anda

3. Bisnis Fashion

Dulu, untuk membeli pakaian biasanya konsumen akan datang ke sebuah toko, memilih item yang sesuai selera, mencobanya di ruang ganti, lalu membelinya jika dirasa cocok. 

Namun, kini proses belanja produk fashion sudah jauh lebih efisien melalui online platform. Mulai dari baju atasan, celana, rok, terusan, hingga aksesoris seperti topi dan perhiasan, semua bisa dijual secara online.

Tidak perlu memproduksi barang-barang sendiri, Anda bisa menjalankan usaha sebagai reseller yang menjual barang milik orang lain. Nantinya Anda akan mendapatkan komisi dari setiap produk yang berhasil Anda jual.

4. Kosmetik dan skincare

Menurut data dari Kementerian Perindustrian, industri kosmetik mengalami pertumbuhan hingga 20% pada 2017 lalu. Bukan tidak mungkin angkat tersebut naik mengingat semakin banyaknya UMKM di industri tersebut. 

Bahkan data yang sama juga menunjukkan bahwa sebanyak 95% industri kosmetik nasional didominasi oleh pengusaha kecil dan menengah.

Mengingat ada begitu banyak jenis kosmetik dan skincare yang tersedia, Anda bisa menjual produk yang lebih spesifik. Hal ini juga bisa membantu Anda untuk membedakan diri dari kompetitor. 

Misalnya, Anda hanya menjual produk kosmetik dan skincare berbahan alami. Atau bisa juga Anda hanya menjual sheet mask yang ditujukan untuk para remaja.

5. Makeup Artist(MUA) atau Penata Rias

UMKM tidak hanya menjual produk berupa barang, tapi juga jasa. Salah satu yang paling populer dan banyak dicari di UMKM adalah makeup artist (MUA). 

Banyak acara atau momen yang membutuhkan jasa MUA, contohnya wisuda, pernikahan, lamaran, atau foto pre-wedding. Jadi, bagi yang memiliki bakat atau keahlian di bidang tata rias wajah, tidak ada salahnya mencoba usaha sebagai MUA. 

Sebagai permulaan, coba dandani orang-orang terdekat Anda, lalu unggah hasilnya ke Instagram untuk promosi.

6. Agrobisnis

Sebagai negara agraris, Indonesia cocok menjadi tempat untuk mendirikan dan mengembangkan UMKM di bidang agrobisnis. Tidak hanya pertanian, Anda juga bisa memilih untuk menekuni sektor perkebunan atau peternakan. 

Beberapa contoh yang dapat dihasilkan dari usaha agrobisnis adalah sayuran, buah-buahan, hingga hasil peternakan seperti telur dan daging.

UMKM agrobisnis cukup menjanjikan karena pangsa pasarnya yang cukup besar. Pasalnya, hampir setiap orang pasti membutuhkan produk-produk agrobisnis tersebut. 

Apabila memiliki tanah yang tidak terpakai, Anda bisa memanfaatkannya untuk lahan agrobisnis.

7. Jasa foto dan video

Hampir mirip seperti MUA, saat ini jasa foto dan video juga banyak dibutuhkan untuk keperluan berbagai momen. Mulai dari ulang tahun, wisuda, hingga pernikahan. 

Penyedia jasa foto dan video biasanya menawarkan sejumlah paket yang bisa dipilih sesuai kebutuhan dan preferensi konsumen. Menariknya, setiap fotografer atau videografer memiliki ciri khas masing-masing. 

Jadi, bagi yang punya skill fotografi, tidak ada salahnya menekuni aktivitas tersebut dan mengembangkannya menjadi usaha.

8. Berjualan Buku

Selain fotografi, sektor buku juga bisa menjadi ladang usaha yang cukup menarik untuk ditekuni. Cocok untuk Anda yang memang gemar membaca buku, atau istilahnya, book-a-holic. 

UMKM buku bisa dilakukan dengan membuka toko fisik atau toko online. Bisa juga dua-duanya. Namun, perlu diingat bahwa toko fisik biasanya membutuhkan modal lebih besar mengingat Anda harus menyiapkan biaya gedung. 

Agar bisa berkompetisi dengan toko-toko buku lainnya, hadirkan sesuatu yang beda pada UMKM buku Anda. Banyak cara yang bisa dilakukan. 

Misalnya, hanya menjual buku-buku yang ditulis oleh penulis wanita. Atau Anda bisa juga memberikan bonus berupa pembatas buku setiap pembelian berjumlah tertentu.

9. Akomodasi penginapan

Traveling sepertinya sudah menjadi bagian erat dari gaya hidup modern. Artinya, kebutuhan akan penginapan pun meningkat. 

Di sinilah muncul peluang usaha yang bisa Anda manfaatkan, yaitu dengan menyediakan akomodasi penginapan. 

Mungkin memang modalnya cukup tinggi jika Anda harus membangun atau membeli gedung untuk dikelola sebagai hotel, hostel, atau guest house. 

Namun, jika Anda memiliki satu kamar kosong saja, Anda bisa menyewakannya melalui aplikasi home sharing seperti AirBnB.

10. Bisnis perlengkapan bayi

Tahukah Anda bahwa berdasarkan hasil riset Sigma Research Indonesia, perlengkapan bayi di UMKM adalah sektor usaha yang dapat mencapai nilai Rp88,1 triliun pada 2017 lalu? Artinya memang perlengkapan bayi merupakan sektor UMKM yang cukup menjanjikan. 

Banyak jenis usaha yang bisa Anda geluti, mulai dari menjual perlengkapan bayi dengan menyetok sendiri, menjadi reseller, dropshipper, atau menyewakan perlengkapan bayi.

Lebih dari sekadar usaha kecil-kecilan, UMKM adalah suatu peluang kesuksesan yang bisa diraih jika Anda bersungguh-sungguh dalam menjalankannya. 

Terlebih, ada begitu banyak jenis usaha yang bisa Anda pilih sesuai keinginan atau preferensi. 

Dengan menggeluti UMKM, Anda tak hanya akan mendapatkan penghasilan, tapi juga ikut berpartisipasi dalam mendukung perekonomian nasional. 

Share this article:

Related article

4 Peluang Usaha Kuliner di Jogja Sangat Menjanjikan!

Semua orang di Indonesia tentunya mengenal Yogyakarta atau yang sering disebut Jogja....

5 Peluang Bisnis Kuliner di Palembang yang Bisa Dicoba

Palembang yang terkenal sebagai destinasi wisata yang menghadirkan keelokan ragam...